Green Leadership Forum (GLF) 2022 Regional Sulawesi Selatan merupakan forum strategis yang mempertemukan pemimpin daerah, pengambil kebijakan, dan masyarakat sipil untuk mendorong kebijakan fiskal berbasis ekologi di tingkat daerah. Diselenggarakan di Four Points by Sheraton Makassar pada 27 Oktober 2022, forum ini menjadi kelanjutan dari inisiatif awal yang dimulai pada 22 Oktober 2022 dan diinisiasi melalui kolaborasi empat lembaga: Indonesian Biodiversity Conservation Trust Fund (IBC), Pinus Sulsel, PATTIRO, dan The Asia Foundation (TAF).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemimpin daerah di Sulawesi Selatan terhadap pembangunan hijau yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada pelestarian lingkungan hidup. Forum ini juga berhasil merumuskan langkah-langkah strategis dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah maupun pusat. Rekomendasi tersebut mencakup dorongan untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Topik utama yang diangkat dalam GLF adalah skema Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAPE/TAKE)—sebuah pendekatan insentif fiskal yang memberikan penghargaan kepada daerah berdasarkan kinerja mereka dalam pelestarian lingkungan. Indikator kinerja yang didorong meliputi pengurangan deforestasi, perlindungan sumber daya air, serta pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Skema ini dinilai relevan untuk memperkuat komitmen lingkungan di tengah tantangan eksploitasi sumber daya alam yang masih tinggi.
Forum ini dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta kepala daerah dari beberapa kabupaten/kota, seperti Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kota Parepare, dan Kabupaten Luwu Utara. Keterlibatan lintas aktor ini menunjukkan bahwa pembangunan hijau memerlukan kolaborasi aktif antar sektor, serta dukungan kelembagaan dan fiskal yang kuat.
Melalui forum ini, Sulawesi Selatan menegaskan diri sebagai salah satu wilayah yang siap mendorong transisi menuju ekonomi hijau, melalui penguatan kebijakan fiskal yang responsif terhadap tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
