Brussels, Belgium - Publish What You Pay (PWYP) Indonesia berhasil meraih penghargaan EITI Chair Award 2026 atas kontribusi berkelanjutannya dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola yang baik di sektor ekstraktif. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) dalam rangkaian acara Konferensi Global EITI ke 10 yang diselenggarakan di Brussels, Belgia.
EITI sendiri merupakan sebuah inisiatif global yang didedikasikan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya pada sektor minyak, gas, dan pertambangan. Melalui wadah ini, tiga pemangku kepentingan utama yakni pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sipil saling berkolaborasi untuk membuka akses informasi seluas luasnya terkait pengelolaan sektor ekstraktif, termasuk keterbukaan data mengenai penerimaan negara.
Sebagai bagian dari komitmen global tersebut, EITI Chair Awards dihadirkan khusus untuk mengapresiasi dan mengakui kontribusi nyata dari negara, organisasi, maupun individu yang dinilai konsisten mendukung pelaksanaan EITI. Diumumkan dalam ajang Konferensi Global EITI ke 10 di tahun 2026, penilaian penghargaan ini mencakup beberapa indikator utama, seperti kinerja dan kualitas implementasi EITI, inovasi yang dihadirkan, kepemimpinan, hingga kontribusi jangka panjang bagi komunitas EITI di tingkat global.
Pada penganugerahan tahun ini, PWYP Indonesia dinilai layak menerima penghargaan atas keterlibatannya yang konsisten dalam proses EITI, pemanfaatan data EITI secara inovatif, serta keberaniannya dalam mengangkat isu isu krusial masa depan, termasuk transisi energi. Seluruh upaya ini terbukti efektif dalam memperkuat partisipasi publik, khususnya keterlibatan kelompok perempuan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, dalam mengawal tata kelola sumber daya alam.
Selain PWYP Indonesia, EITI Chair Award 2026 juga dianugerahkan kepada dua negara, yaitu Jerman dan Senegal. Jerman mendapatkan pengakuan atas konsistensinya dalam menerapkan EITI Standard serta pendekatan inovatif pada kualitas data melalui risk based assurance, yang turut menjadi rujukan penting bagi praktik pelaporan EITI dan revisi standar internasional. Sementara itu, Senegal dianugerahi penghargaan atas kinerjanya yang solid dalam implementasi EITI serta keberhasilannya memanfaatkan proses Validasi untuk mendorong reformasi nyata, terutama pada isu kepemilikan manfaat (beneficial ownership) dan perbaikan pengelolaan keuangan publik. Penghargaan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan tata kelola sumber daya alam yang lebih terbuka, adil, dan inklusif.
Sumber: https://eiti.org/news/winners-2026-eiti-chair-awards





